Pemujaan

Gambar

 

Pemujaan

Pemujaan adalah suatu manifestasi cinta kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk ritual. Kecintaan manusia kepada tuhan tidak dapt dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini karena pemujaan kepada tuhan adalah inti dari nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Sebab itu tuhan menciptakan alam semesta. Seperti dalam surat Al-Furqon ayat 59-60 yang menyatakan, “Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa diantara keduanya dalam enam rangkaian masa, kemudian dia bertahta di atas singgasana-Nya. Dia maha pengasih, maka nyatakanlah kepada-Nya tentang soal-soal apa yang perlu diketahui”. Selanjutnya Ayat 60 Bila dikatanan kepada mereka, sujudlah kepada Tuhan yang maha pengasih”.

Tuhan adalah pencipta, tetapi tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia memuja-Nya. Dalam surat Al-Mu’minin ayat 98 dinyatakan,” dan aku berlindung kepada-Mu. Ya Tuhanku, dari kehadiran-nya di dekatku”.

Karena itu jelas bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada tuhan adalah bagian hidup manusia, karena tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia.

Kalau manusia cinta kepada Tuhan, karena Tuhan sungguh maha pengasih lagi maha penyayang. Kecintaan manusia itu dimanifestasikan dalam bentuk pemujaan, atau sholat. Dalam surat An-Nur ayat 41 atara lain menyatakan, “apakah engkau tidak tidak tau bahwasannya Allah tiu dipuja oleh segala yang ada di bumi dan dilangit”.

Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Sholat di rumah di mesjid, sembahyang di pura, di candi, di gereja bahkan ditempat-tempat yang dianggap keramat merupakan perwujuddan dari pemujaan kepada tuhan atau yang dianggap Tuhan.

Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikais dengan tuhannya. Hal ini berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya, mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekurangan yang ada padanya, dan lain-lain.

Bila setiap hari sekali kali manusia memuja kebesarannya dan selalu mohon apa yang kita inginkan, dan tuhan selalu mengabulkan permintaan umat-Nya, maka, wajarlah cinta manusia kepada Tuhan adalah cinta mutlak. Cinta yang tidak dapat ditawa-tawar lagi. Alangkah besar dosa kita, apabila kita tidak mencintai-Nya meskipun hanya sekejap.

 

Leave your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s